Habis manis sepah dibuang
Ada saat senang, lenyap saat duka menerjang
Datang saat kau hancur, Bagai debu yang terbang ketika gembira
saat ku hancur smua diam seolah tak melihat
saat ku terluka smua tiba-tiba menjadi buta
saat ku teriak kesakitan semua tiba-tiba menjadi tuli
saat ku menangis tak seorang jua menemani
hati ini miris menatap segalanya
inikah kehidupan yang sebenarnya?
tak adakah keikhlasan dalam diri untuk menatap sekeliling?
tak dapatkah membuka mata untuk menatap yang menderita?
tak dapatkah membuka telinga untuk mendengarkan?
tak dapatkah merasakan simfoni kesedihan itu?
apakah hatimu telah tertutup oleh masaslahmu sendiri sehingga kau tak dapat lagi melihat yang lain?
apakah dirimu begitu berarti sehingga orang lain tak lagi berharga dimatamu?
apakah itu arti hidup bagimu?
apakah itu tujuan hidupmu?
apakah itu yang kau inginkan dalam hidupmu?
kesenangan belaka tanpa ada kedukaan??
jika iya, niscaya hidupmu akan hancur saat kau terpuruk dan tak akan bangkit kembali...

